Berita Covid-19 Terbaru

Link untuk Cek Apakah Anda Calon Penerima Vaksin Gratis

2021-01-01 04:21:51

Vaksin Covid-19

KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo telah mengumumkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memberikan vaksin Covid-19 secara gratis kepada seluruh penduduk Indonesia. Vaksin gratis ini tidak mensyaratkan apapun, termasuk tidak perlu memiliki keanggotaan BPJS. Vaksinasi akan dilakukan secara bertahap dan baru akan dilakukan setelah vaksin mendapat izin penggunaan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Saat ini, masyarakat bisa mengecek status vaksinasi, apakah sudah termasuk calon penerima vaksin Covid-19 gratis atau belum. Pengecekan bisa dilakukan lewat situs milik pemerintah Peduli Lindungi di laman pedulilindungi.id/cek-nik. Kemudian, cukup masukkan NIK (nomor di KTP) serta kode captcha yang terdapat di kiri kolom input. Nantinya, akan muncul pemberitahuan apakah NIK Anda sudah termasuk calon penerima vaksin Covid-19 atau belum. Jika nama Anda tidak tercantum sebagai calon penerima vaksin, ini artinya Anda belum termasuk dalam kelompok pertama penerima vaksin.

Kemenkes memperkirakan, jadwal vaksinasi untuk kategori prioritas pertama bisa dimulai antara 15-25 Januari 2021.

Kasus Baru COVID-19 di Surabaya Meningkat Gegara Warga Mulai Abai Prokes

2020-11-30 15:46:15

Irvan Widyanto

Surabaya - Kasus COVID-19 di Jatim kembali meningkat. Salah satunya adalah Kota Surabaya yang naik 0,16%. Per 29 November 2020 terdapat 16.851 kasus atau naik 0,16%. Artinya terdapat penambahan 27 pasien dari hari sebelumnya.

Salah satu alasan yang membuat kasus kembali tinggi di Surabaya adalah protokol kesehatan yang mulai diabaikan oleh warga usai long weekend akhir bulan Oktober lalu. Padahal, beberapa jumlah pasien COVID-19 di Surabaya sudah mulai menurun dan angka konfirmasi dalam perawatan sudah di sekitar 50 pasien.

Irvan mengatakan kekendoran protokol kesehatan itu karena melihat warga yang mulai banyak berkumpul. Kemudian melepas masker dan ngobrol, di mana tanpa disadari hal itu bisa menyebarkan virus lewat droplet.

Hanya Maluku Utara Laporkan Nihil Corona pada 11 Oktober 2020

2020-10-11 15:58:23

Covid 19

Jakarta - Pemerintah kembali mengumumkan perkembangan data kasus Corona (COVID-19) di Indonesia. Pada hari ini, hanya Maluku Utara yang nihil penambahan kasus positif Corona.

Berdasarkan data dari Satgas Penanganan COVID-19 pada Minggu (11/10/2020), Maluku Utara melaporkan nol kasus tambahan, dengan kasus kumulatif sebanyak 2.089. Data ini diperbarui setiap pukul 12.00 WIB.

Sementara itu, ada 4 provinsi yang melaporkan kasus baru di bawah 10, yakni Bengkulu, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Gorontalo. Total kasus positif Corona hari ini sebanyak 333.449.

UPDATE 10 Oktober: Tambah 4.294, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 328.952

2020-10-10 15:57:41

Dalam sehari, ada penambahan 3.814 pasien Covid-19 yang sembuh setelah dianggap tidak lagi terinfeksi virus corona.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah.

Data pemerintah pada Sabtu (10/10/2020) pukul 12.00 WIB, terdapat 4.294 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Penambahan itu menyebabkan total kasus Covid-19 saat ini ada 328.952 orang, terhitung sejak diumumkannya kasus pertama pada 2 Maret 2020.

Informasi ini disampaikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melalui data yang diterima wartawan pada Jumat sore.

Berpikir positif solusi hadapi stigma negatif bagi pasien COVID-19

2020-10-09 09:59:31

Mira Amir, S.PSiJakarta (ANTARA) - Psikolog sekaligus konselor Employee Assistance Program di BUMN dan Lembaga Negara Mira Amir, S.PSi, mengatakan selalu berpikir positif dan berbahagia adalah solusi untuk menghadapi stigma negatif dari orang di sekitar terhadap pasien COVID-19.

"Menghadapi stigma negatif itu dengan fokus pada apa yang bisa kita ubah. Apa yang bisa membuat kita happy, membuat kita nyaman. Jadi abaikan saja stigma-stigma negatif itu," kata Mira dalam konferensi pers bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Jumat. Ia mengatakan pandangan negatif orang-orang di sekitar terhadap pasien COVID-19 bisa dikarenakan oleh kurangnya informasi yang mereka peroleh mengenai penyakit COVID-19.

Oleh karena itu, mereka menjadi khawatir atau enggan untuk berinteraksi dan cenderung menjauhi orang-orang yang teridentifikasi positif COVID-19.